Pengambilan Sanad Kitab Turats Ulama Nusantara dan Audiensi Pimpinan Pesantren Kampus Ainul Yaqin UNISMA dengan Lajnah Turath Ilmiy Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan

Ahad, 5 Januari 2025 BPH Pesantren Kampus Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (Malang) yang terdiri dari Ust. H. M. Afifullah Rifa’i, Ph.D (Ketua) & Ust. Thoriq Al Anshori, M.Pd (Sekretaris) melakukan rihlah ziarah makam auliya’ serta pengambilan sanad kitab di Pulau Garam. Muara pertama rihlah kali ini langsung menuju makam Sayyid Ahmad Rahmatullah (Sunan Ampel). Kemudian rihlah dilanjutkan ke Pulau Garam, makam Maha Guru Ulama Nusantara yaitu Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Al-Bangkalani.

Selain itu, tujuan lain yang tidak kalah pentingnya dari rihlah Ahad, 5 Januari adalah pengambilan sanad kitab dari dzuriyahnya di PP. Syaikhona Kholil, Kab. Bangkalan, Madura. Di sana, kami bertemu dengan R.KH. Ismail Ascholy tokoh muda yang menekuni dunia kepenulisan kitab-kitab Turats baik hasil muallafaat-nya sendiri maupun milik ulama lainnya. Inti dari pertemuan sore itu yaitu membahas seputar sanad shigat tahlil yang telah masyhur dikenal di masyarakat kini. Akan tetapi, R. KH. Ismail Ascholy memaparkan hasil penemuannya dalam Kitab Al Fawaid Al Jaibiyyah yang menukil dari Kitab Burdun Na’im bahwasannya shigat tahlil dipopulerkan oleh salah seorang keturunan tabiin.

Pada akhirnya itikad baik kedatangan kami disambut baik dan diberikan sejumlah kitab seperti Durrun Gholiy, Ratib Syaikhona Kholil, Safinah Kalla Saya’lamuun dsb. Akan tetapi, beliau melimpahkan pengambilan sanad Tahlil Syaikhona Kholil kepada R.KH. Usman pengasuh PP. Al Akhyar yang masih satu famili dengan beliau, juga penggerak tahqiq kitab-kitab karya Syaikhona Kholil.

 

Bergeser menemui R.KH Usman di kantornya yang masih berada di lingkungan makam. Pembicaraan berlangsung khidmat dengan durasi yang cukup lama. Banyak sekali pelajaran baru yang didapatkan, terutama tentang urgensi pengumpulan, pengkajian, penahqikan, pembekalan serta publikasi manuskrip karya ulama Nusantara. Akan tetapi, saat ini masih tersentralisasi di Nahdlatut Turats salah satunya yang aktif dari Lajnah Kitab Turats Syaikhona Muhammad Kholil. Hal yang paling menarik yang disampaikan oleh R.KH. Usman, adanya penggerak di setiap daerah untuk mengumpulkan warisan manuskrip-manuskrip yang masih tercecer untuk disatukan yang nantinya dipublikasikan. Akan tetapi, paparnya beliau, gerakan tersebut memiliki risiko salah satunya yaitu harus adanya pemetaan SDM yang tergabung dalam suatu tim.

Puncaknya, beliau berpesan untuk ikut menggaungkan di dunia pendidikan formal terkait adanya gerakan pengumpulan manuskrip tersebut. Harapannya adanya integritas dalam khazanah keilmuan. Sebelum percakapan ditutup, salah satu dari kami dari PKAY UNISMA mendapatkan ijazah Tahlil dan Ratib karya Syaikhona Muhammad Kholil untuk diamalkan, disebarluaskan, bahkan dielaborasi secara mendalam. Secara general dapat disimpulkan dari adanya audiensi tersebut yaitu membuahkan perencanaan program-program strategis seputar pelestarian turats ulama nusantara diantaranya MOU, Dauroh Tahqiq, Seminar pengenalan manuskrip dan turats ulama nusantara, bedah kitab, Workshop pelacakan manuskrip ulama nusantara dan lain sebagainya.