Penulis: M. Indra Riamizad Raicudu (Bidang HUTIKA PKAY UNISMA)


Kali pertamanya Pesantren Kampus Ainul Yaqin UNISMA menghidupkan nilai-nilai demokrasi dalam menjalankan roda organisasi di kalangan mahasantri. Kapan hal itu dilakukan? Kamis, 22 Mei 2025, telah dilakukan pemilihan secara langsung Calon Ketua Organisasi Satri Putra (ORSA) & Calon Ketua Organisasi Santri Putri (ORSI) yang bertempat di Aula Rusunawa 3 Ibnu Khaldun. Jika ditinjau berdasarkan prosesnya mulai dari pemilihan calon ketua, sosialisasi visi-misi, hingga final di pemilihan kurang lebih memakan waktu kurang lebih tiga minggu dari awal Mei.


Yang melatarbelakangi pemilihan ini dilakukan, sebagaimana yang dipaparkan oleh Ketua PKAY UNISMA (Ust. H. Afifullah, Ph.D) yaitu sebagai wadah pembelajaran atau miniatur bermasyarakat nanti, agar santri juga memiliki peran dalam praktik wawasan kebangsaan. Selain itu, berdasarkan aspek sosial adanya pemilihan secara langsung ini untuk mencari pemimpin terbaik yang dapat menjadi suri tauladan. Mengapa menempuh jalur demokrasi? Ust. Afifullah menjelaskan bahwa, dalam dinamika berpolitik di dunia Islam pasca Nabi Saw beranekaragam, contohnya dalam penentuan khilafah rosyidah yang empat itu masing-masing berbeda. Oleh karenanya, tidak ada salah hendak menerapkan sistem yang manapun tetap tujuannya demi kemaslahatan bersama.


Selanjutnya, para mahasantri diklasifikasikan menjadi dua bagian, untuk putra hanya memilih Calon Ketua ORSA dan untuk putri hanya memilih Calon Ketua ORSI. Pada Kamis, 22 Mei 2025 yang diusung menjadi calon ketua masing-masing terdiri dari tiga calon. Calon Ketua ORSA berdasarkan nomor urutnya yaitu Ahmad Faishal (KDU 3), Sulhan Ghoni (KDU 3), dan Yoppi Safitra (Tahfidzul Quran 3). Sedangkan untuk Calon Ketua ORSI yaitu Nabila Renata (KDU 3), Nilna Kamilatun Niam (TQ 3), dan petahana Ketua ORSI 2024 Ratna (TQ 3).
Sebelum acara dimulai dengan sidang pleno yang dinahkodai oleh KOMPAS (Komisi Pemilihan Santri) yang berisi pembacaan tata tertib pemilihan dan pemungutan suara. Kemudian, Selanjutnya para mahasantri diperkenankan mengambil surat suara hingga menentukan pilihannya di bilik-bilik yang sudah disediakan. Setelah melalui proses yang panjang, pada akhirnya didapatkan pemenang suara terbanyak dengan Calon Ketua ORSA terpilih yakni Yoppi Safitra dengan perolehan suara 10. Disusul Calon Ketua Orsi terpilih yaitu Nabila Renata dengan perolehan suara sebanyak 73. Dengan mengucapkan kalimat hamdalah, pelaksanaan pesta demokrasi malam itu berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Kemudian, acara ditutup dengan mushofahah dan makan bersama.


Semoga kepada calon yang terpilih dapat mengemban amanah secara optimal, amanah, dengan secara kecerdasannya. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

