Malang 19 Februari 2026 — Enam mahasantri dari Pesantren Kampus Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (PKAY UNISMA) mengisi Ramadan dengan pengabdian intensif sebagai pemandu Pondok Kreativitas Ramadhan (PKR) di Sekolah Alam Avesiena Malang (SAAM). Kegiatan ini berlangsung selama enam hari lima malam, mulai 17 Februari hingga 22 Februari 2026, bertempat di kampus SAAM yang berlokasi di Jl. Danau Matana F2A/11, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Sekolah yang berada di bawah naungan yayasan pendidikan berdiri sejak 1995 tersebut melayani jenjang KB, TK, hingga SD. Dalam program PKR tahun ini, para mahasantri PKAY hadir sebagai pemandu yang membersamai peserta selama 24 jam penuh.
Selama enam hari, kegiatan dirancang menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari qiyamul lail, sahur bersama, salat berjamaah, kultum, penyampaian materi, praktik ibadah, sesi kreativitas, kegiatan keagamaan, hingga pendampingan menjelang istirahat malam. Kehadiran para pemandu menjadi bagian penting dalam membangun suasana Ramadan yang hangat, disiplin, dan penuh makna bagi para peserta.
Direktur SAAM, Ibu Lilla Yustitia Prima Duhita, S.T., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada enam mahasantri PKAY yang telah terlibat aktif sejak tahap pelatihan. Training dilaksanakan kurang lebih satu bulan sebelum hari pelaksanaan, hingga akhirnya seluruh rangkaian kegiatan PKR dapat berjalan dengan lancar sampai penutupan.
“Partisipasi mereka bukan hanya saat kegiatan berlangsung, tetapi sejak proses persiapan. Komitmen dan kesungguhan inilah yang membuat kegiatan berjalan optimal,” ujarnya.
Selain enam mahasantri PKAY, kegiatan ini juga melibatkan dua partisipan dari Program Studi PGPAUD UNISMA serta enam pemandu dari Pesantren Hidayatul Mubtadiin Singosari. Kolaborasi lintas lembaga ini memperkuat semangat sinergi dalam membina generasi sejak usia dini melalui pengalaman Ramadan yang terstruktur dan menyenangkan.
Keikutsertaan para mahasantri PKAY dalam PKR ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran nyata sebelum terjun langsung ke masyarakat. Pengabdian ini melatih kepemimpinan, keteladanan, ketahanan fisik dan emosional, serta kemampuan membangun relasi dengan anak-anak dan sesama tim.









