Perkuat Tradisi Keilmuan NU, Pesantren Kampus Ainul Yaqin Gelar Seminar Sekolah Bahtsul Masa’il

Pada serangkaian Harlah ke-29 Pesantren Kampus Ainul Yaqin Unisma telah diselenggarakan Seminar Sekolah Bahtsul Masa’il pada Kamis, 2 Juli 2026, sebagai upaya memperkuat tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di lingkungan pesantren. Sekolah Bahtsul Masa’il merupakan serangkaian kegiatan Harlah pesantren Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd. Ph.D (Rektor Universitas Islam Malang), seluruh jajaran pengurus , serta seluruh santri Pesantren Kampus Ainul Yaqin. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa delegasi dari lembaga Bahtsul Masa’il di Malang Raya.

Dalam Seminar ini menghadirkan KH. Muhibbul Aman Aly, Rais Syuriah PBNU sekaligus Mushohih Senior Bahtsul Masa’il, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai metodologi, mekanisme, serta kaidah pelaksanaan Bahtsul Masa’il dalam tradisi keilmuan NU. Materi yang disampaikan mencakup tahapan pengkajian persoalan, penggunaan referensi kitab turats, metode istinbath hukum, hingga tata cara musyawarah ilmiah yang menjadi ciri khas forum Bahtsul Masa’il.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri memperoleh pemahaman yang utuh mengenai konsep dan pelaksanaan Bahtsul Masa’il, sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan argumentatif berdasarkan rujukan kitab-kitab mu’tabarah. Seminar ini juga menjadi bekal awal bagi santri untuk berpartisipasi aktif dalam forum Bahtsul Masa’il serta melestarikan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama di lingkungan Pesantren Kampus Ainul Yaqin.