

Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi dari Dr. Imam Syafi’i, M.Pd., selaku Ketua LPIK Universitas Islam Malang, bersama Gus Dhofir Zuhri, M.Fil., Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah. Mengusung tema “Transformasi Dakwah Aswaja Tradisional Menuju Dakwah Digital”, kedua narasumber mengajak santri memahami pentingnya mengadaptasi metode dakwah sesuai perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah. Materi yang disampaikan menekankan bagaimana media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan dakwah yang santun, moderat, dan berbasis keilmuan, sehingga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda.


Sesi kedua menghadirkan Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd., Wakil Rektor III Universitas Islam Malang sekaligus Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta Dr. KH. Faris Khoirul A., M.HI., Pengasuh Pondok Pesantren Darul Faqih Malang dan dosen Universitas Islam Malang. Dengan mengangkat tema “Strategi Pendidikan Aswaja yang Menarik bagi Kaula Muda”, para pemateri memaparkan pentingnya inovasi dalam penyampaian pendidikan keaswajaan agar lebih relevan dengan karakter generasi muda. Berbagai strategi pembelajaran, pendekatan komunikatif, serta penguatan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari menjadi fokus pembahasan guna membentuk generasi yang memiliki akidah kuat, berpikiran moderat, dan berakhlak mulia.


Penyelenggaraan Talkshow Keaswajaan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman santri terhadap konsep, nilai, dan praktik Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah sebagai landasan berpikir, bersikap, dan berperilaku. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan santri dalam menyampaikan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menumbuhkan semangat untuk mengembangkan pendidikan Aswaja yang kreatif, menarik, dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya kalangan muda.
Melalui rangkaian dua sesi tersebut, Pesantren Kampus Ainul Yaqin kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi agen dakwah dan pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. Talkshow ini menjadi salah satu ikhtiar pesantren dalam melestarikan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat peran santri sebagai penjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di era digital.
